Follow by Email

Kamis, 14 April 2011

36 Tahun Hari Lahirnya KOTIKAM 6 Maret 2011 (Ziarah ke Makam Bapak RM.Imam Kintoko dan Bapak Jenderal ( Purn) TNI R.Widodo,Pemakaman Keluarga Pakuncen Jogjakarta.)







































Syarat Untuk Menjadi Anggota KOTIKAM

1. Menjunjung Tinggi Nama Baik Organisasi
2. Berani dan bertanggung jawab di dalam menjalankan tugas.
3. Setia Kawan dalam perjuangan dan loyalitas pada Organisasi.
4. Berjiwa besar dan bermental baja.
5. SATU KOMANDO.

Bersama ini saya Anggota KOTIKAM berani bersumpah dan berjanji :

1. Tidak mengkonsumsi dan mengedarkan NARKOBA
2. Tidak menyalah gunakankan jabatan dan keanggotaan KOTIKAM untuk keuntungan pribadi
3. Tidak terlibat atau berhubungan dengan Terorisme dan hal yang terkait yang dapat mempengaruhi situasi keamanan Nasional
4. Setia kepada Pancasila dan NKRI
5. Setia kepada Daerah Istimewa Yogyakarta.

Rabu, 13 April 2011

SeJarah Komando Inti Keamanan ( KOTIKAM )


           Pada tahun 1975 dimana Partai Politik di Indonesia hanya ada dua , yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia, di tambah satu Golongan yaitu Golongan Karya. Kedua Parpol tersebut memiliki basic massa karena merupakan penggabungan dari beberapa Parpol di Indonesia sebelumnya. Sedangan Golkar hanyalah suatu Golongan yang tidak memiliki basic massa asli.

          Jogja adalah barometer politik,bagaimanapun juga jika ingin menjadi pemenang di Indonesia terlebih dahulu Jogja harus di kuasai. ABRI ( sekarang TNI ) melalui Pangdam IV Diponegoro Jawa Tengah Mayor Jenderal Widodo memanggil RM.Imam Kintoko yang masih keponakannya, tokoh pemuda yang berasal dari Jogja, Eks Komandan Banteng Revolusi jaman Presiden Soekarno, waktu itu saat awal Presiden Soeharto menjadi Presiden ,Kintoko bersama Banteng Revolusi pendukung setia Soekarno melakukan pembrontakan di Jogja sekitar tahun 1969-1970 .Radio Australi menyebut pembrontakan Kintoko ini sebagai Gerakan Soekarno Kecil Pembrontakan Jogja Selatan.

          Mayor Jenderal Widodo memberi mandat kepada Kintoko untuk mencari massa untuk Golkar. Kintoko yang orang lapangan tidak mau terlibat Politik langsung,untuk itu Kintoko masih diam. Mayjend R.Widodo kembali memanggil Kintoko,kali ini Kintoko berhadapan tidak saja dengan seorang pangdam tapi juga Raja, pertemuan di hotel Ambarukmo jogja itu juga di hadiri Sri sultan HB IX dan Sri paduka Pakualam VIII.

        Rembugan itu menghasilkan keputusan pembentukan Ormas yang bernama Angkatan Muda Diponegoro yang menjadi underbow Golkar. Angkatan Muda Diponegoro di ketuai oleh Kintoko sebagai Pelindung Sri sultan HB IX dan Kodam Diponegoro.

       Seiring berjalannya perjuangan Angkatan Muda Diponegoro ( AMD ) DIY-Jawa Tengah,dengan sepengetahuan Pangdam IV Diponegoro , Sri Sultan HB IX memanggil Kintoko, yang intinya memberi amanat kepada Kintoko untuk melakukan pembinaan terhadap Gali-Gali/Preman jogja. Kintoko mengusulkan kepada Sri Sultan HB IX untuk membentuk Satuan Tugas guna menampung Gali-gali Jogja dan sekitarnya yang tidak berkonsentrasi pada AMD ataupun Golkar melainkan independen.

     Usulan Kintoko direstui oleh Sri Sultan HB IX dan Pangdam,maka terbentuklah Komando Inti Keamanan ( KOTIKAM ) pada tahun 1976. Karena Kintoko adalah ketua AMD yang menjadi underbow Golkar,dan Sri Sultan HB IX adalah Ketua Golkar DIY,maka secara otomatis KOTIKAM di klim pada waktu itu adalah Satgas Golkar. Padahal bukan.

      Pada 1980 Angkatan Muda Diponegoro berganti nama menjadi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia ( AMPI ), Kintoko tetap menjadi Ketua II membidangi Organisasi mendampingi Bapak KGPH Condrokusumo putra Sri Paduka Pakualam ke-VIII yang menjabat sebagai Ketua I.

      KOTIKAM semakin merajalela di wilayah DIY dan sekitarnya, bahkan masyarakat Jogja menjadikan KOTIKAM sebagai detektif swasta, segala bentuk kriminalitas KOTIKAM menyelesaikannya dengan baik,termasuk parkir dan tempat hiburan di Jogja KOTIKAM yang mengendalikan.

      Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto pada pertemuan Ormas di Hotel Ambarukmo 1982 mengatakan Pemuda Pancasila tidak bisa masuk ke wilayah Jogja di karenakan KOTIKAM,juga Ormas-Ormas lain merasa tidak bisa berkembang karena adanya KOTIKAM ( Alasan kenapa KOTIKAM yang menjadi penghambat tidak mereka jabarkan secara detail ).

       KOTIKAM bukanlah suatu Ormas melainkan Satuan Tugas Khusus yang di gagas oleh Sri Sultan HB IX dan Kodam IV Diponegoro , sempat hilang namanya pada tahun 1985 setelah peristiwa Operasi Pemberantas Kejahatan-Penembakan Misterius  1984-1985. Waktu itu KOTIKAM menentang keras Operasi itu dengan alasan Preman sesungguhnya ada di Birokrat.

       KOTIKAM VS Garnizun terjadi sekitar 6 bulan, sampai akhirnya turun perintah penghentian operasi oleh jenderal Beni Moerdani. Yang sangat marah kepada Komandan Kodim DIY Kolonel Hasbi karena salah sasaran memerangi KOTIKAM yang sebenarnya sahabat ABRI.

      Inilah rangkaian sejarah KOTIKAM DIY, KOTIKAM memohon restu kepada masyarakat Jogjakarta dan sekitarnya untuk kembali ada di tengah-tengah Jogja sebagai Benteng yang mandegani wibawanya Jogja Istimewa.

 

Selasa, 12 April 2011

VISI DAN MISI KOTIKAM (Komando Inti Keamanan)

VISI KOTIKAM :

Kenyamanan menyeluruh di Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan tetap terjaganya wibawa Daerah Istimewa Yogyakarta.


MISI KOTIKAM :

1. Melindungi,mempertahankan,melestarikan karakter Jogjakarta yang santun,ramah dan menjunjung tinggi sifat gotong royong/kekeluargaan.
2. Melindungi dan mempertahankan wibawa Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai kota yang berbudaya,aman dan nyaman ,tanpa melihat suatu perbedaan agama,ras ataupun golongan.
3. Melindungi keluarga besar Kraton Ngayogjokarto dan ke-Istimewaan Jogjakarta.
4. Stabilisator situasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dari narkoba,premanisme,anarkhis dan terorisme,dengan merekrut pemuda jogjakarta untuk menjadi anggota KOTIKAM kemudian di didik didalamnya untuk menjadi pribadi yang bermental baja. (KTK001-DIY)